Niat Puasa Syawal 6 Hari: Teks Arab, Latin, Artinya dan Ketentuan

Bacaan niat puasa Syawal 6 hari lengkap teks Arab, Latin, dan artinya. Ketahui waktu sah berniat, hukum pelaksanaan, dan boleh tidaknya digabung dengan qadha.

Niat puasa Syawal 6 hari cukup dibaca dalam hati. Namun mayoritas ulama mazhab Syafi’i menganjurkan untuk melafalkannya secara lisan agar tekad lebih mantap.

Panduan ini memuat lafal niat yang sahih, waktu yang tepat untuk berniat, dan ketentuan penting seputar pelaksanaannya.

Bacaan Niat Puasa Syawal 6 Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Kapan Waktu Membaca Niat Puasa Syawal?

Waktu NiatHukumSyarat
Malam hari (Maghrib s.d. Subuh)Utama (Afdhal)Tidak ada
Siang hari (Subuh s.d. Dzuhur)Sah & BolehBelum makan/minum sejak fajar

Jika lupa berniat malam hari, niat masih bisa dibaca pagi hari sebelum masuk waktu Dzuhur. Syaratnya, belum ada yang membatalkan puasa sejak waktu Subuh.

Hukum dan Ketentuan Puasa Syawal

Hukum puasa Syawal 6 hari adalah Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya boleh berurutan mulai tanggal 2 Syawal, atau dilakukan secara terpisah-pisah. Yang penting, keenam hari selesai sebelum bulan Syawal berakhir.

Bolehkah Niat Qadha Digabung dengan Puasa Syawal?

Ada dua kondisi yang perlu dipahami:

  • Niat qadha saja di bulan Syawal: Kewajiban qadha gugur dan keutamaan Syawal tetap didapat. Ini cara yang paling aman dan disepakati ulama.
  • Niat digabung (qadha sekaligus Syawal): Sebagian ulama membolehkan, namun Imam Ibnu Hajar Al-Haitami menyatakan niat fardhu tidak boleh digabung dengan niat sunnah. Ada risiko keduanya tidak sah.

Bagi yang masih punya utang puasa Ramadan, sebaiknya utamakan niat qadha terlebih dahulu.