Kapan Doa Qunut Witir Tarawih Mulai Dibaca? Malam ke-15 atau 16 dan Cek Tata Cara

Bagi umat Muslim, memasuki separuh kedua bulan Ramadan membawa nuansa ibadah yang sedikit berbeda. Salah satu amalan yang mulai lazim dilaksanakan adalah pembacaan doa qunut pada rakaat terakhir salat witir. Amalan ini bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki landasan kuat dalam syariat untuk memohon perlindungan dan petunjuk kepada Allah SWT di malam-malam penuh berkah.

Waktu Pelaksanaan Doa Qunut Witir di Bulan Ramadan

Pertanyaan yang sering muncul di kalangan anak muda atau jamaah adalah mengenai kapan waktu tepat untuk mulai membaca doa qunut. Berdasarkan pandangan mayoritas ulama, khususnya dalam Mazhab Syafi’i, doa qunut disunnahkan untuk dibaca pada malam ke-16 Ramadan hingga malam terakhir.

Penetapan ini didasarkan pada riwayat perilaku sahabat Nabi, seperti Ibnu Umar, yang melakukan qunut pada separuh kedua bulan suci. Jika Anda mengikuti kalender pemerintah, Anda bisa mulai menghitung malam ke-16 untuk mempraktikkan amalan ini saat melakukan salat tarawih dan witir secara berjamaah maupun mandiri di rumah.

Bacaan Lengkap Doa Qunut Witir: Arab, Latin, dan Artinya

Doa qunut mengandung kalimat-kalimat pujian dan permohonan yang mendalam. Berikut adalah teks lengkapnya yang bisa Anda pelajari:

Teks Arab: اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Transliterasi Latin: Allahummah dinii fii man hadait, wa ‘aafinii fii man ‘aafait, wa tawallanii fii man tawallait, wa baarik lii fii maa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku perlindungan seperti orang-orang yang telah Engkau beri perlindungan. Berilah aku pertolongan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri pertolongan. Berilah berkah pada segala yang telah Engkau berikan kepadaku. Jauhkanlah aku dari segala kejahatan yang telah Engkau pastikan. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menentukan dan Engkau tidak dapat ditentukan. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Engkau Maha Suci dan Maha Luhur.”

Tata Cara Melaksanakan Doa Qunut dalam Salat Witir

Agar ibadah Anda sesuai dengan tuntunan, penting untuk memahami urutan teknis pelaksanaannya. Doa qunut dibaca pada rakaat terakhir salat witir setelah posisi ruku.

1. Posisi I’tidal dan Mengangkat Tangan

Setelah bangkit dari ruku pada rakaat terakhir, berdirilah dengan tegak (i’tidal). Sebelum melakukan sujud, angkatlah kedua tangan Anda dengan telapak tangan menghadap ke atas setinggi dada. Posisi ini adalah tanda Anda sedang memanjatkan doa secara langsung kepada Allah SWT.

2. Perbedaan Bacaan untuk Imam dan Makmum

Jika Anda melaksanakan salat secara berjamaah, terdapat penyesuaian pada kata ganti dalam doa:

  • Imam: Membaca dengan redaksi jama’ atau kolektif, yakni mengganti kata “dinii” (aku) menjadi “dinaa” (kami), agar doa tersebut mencakup seluruh jamaah. Suara imam harus lantang agar terdengar oleh makmum.
  • Makmum: Tidak perlu membaca doa secara lengkap. Anda cukup mengangkat tangan dan menyahut dengan kata “Aamiin” pada bagian permohonan, serta tetap menyimak saat bagian pujian kepada Allah dibacakan.
  • Shalat Sendiri: Gunakan teks asli dengan kata “dinii” (aku) dan dibaca dengan suara pelan.

3. Gerakan Tanpa Mengusap Wajah

Setelah selesai membaca doa qunut, Anda disarankan untuk langsung melakukan sujud tanpa perlu mengusap wajah dengan telapak tangan terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan tata cara salat yang umum dipraktikkan agar gerakan tetap efisien dan sesuai sunnah.

Hukum Membaca Qunut dan Alternatif Jika Belum Hafal

Melaksanakan qunut pada salat witir di pertengahan Ramadan hukumnya adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dalam Mazhab Syafi’i. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu lupa atau belum menghafalnya secara lancar, karena salat witir Anda tetap sah secara hukum agama.

Bagi Anda yang masih dalam proses menghafal, ada beberapa solusi praktis:

  • Menggunakan Doa Sapu Jagat: Anda diperbolehkan mengganti teks qunut dengan doa kebaikan lain yang sudah dihafal, seperti “Rabbana atina fiddunya hasanah…”.
  • Membaca dari Catatan: Jika salat sendiri, Anda diperbolehkan memegang catatan kecil atau melihat layar ponsel selama tidak melakukan banyak gerakan yang membatalkan salat.

Ibadah di bulan Ramadan adalah momen terbaik bagi Anda untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Dengan memahami panduan doa qunut witir ini, diharapkan kualitas ibadah malam Anda semakin meningkat dan membawa ketenangan batin. Mari manfaatkan sisa hari di bulan suci ini dengan sebaik-baiknya.

Tinggalkan komentar