Niat qadha puasa Ramadhan wajib dibaca pada malam hari, mulai setelah Maghrib hingga sebelum masuk waktu Subuh. Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa qadha tidak boleh dilakukan di siang hari karena sifatnya mengganti ibadah wajib. Meskipun niat tempatnya di dalam hati, melafalkannya secara lisan dianjurkan untuk memperkuat kesungguhan. Berikut panduan lengkap bacaan niat beserta ketentuan yang perlu diketahui.
Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Ketentuan Penting Puasa Qadha Ramadhan
Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum melaksanakan puasa qadha agar ibadahnya sah dan diterima.
1. Waktu niat hanya pada malam hari
Niat wajib dilakukan mulai setelah Maghrib hingga sebelum fajar. Ini berbeda dengan puasa sunnah yang masih boleh diniatkan di pagi hari. Ketentuan ini berlaku karena puasa qadha termasuk ibadah wajib.
2. Tata cara pelaksanaannya sama dengan puasa wajib
Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Tidak ada perbedaan cara pelaksanaan antara qadha dan puasa Ramadhan yang asli.
3. Penggabungan niat dengan puasa sunnah diperbolehkan
Niat qadha boleh dilakukan bersamaan dengan puasa sunnah seperti puasa Syawal. Namun, yang paling utama dan paling aman adalah meniatkan khusus untuk qadha saja, tanpa digabung. Cara ini lebih disepakati oleh para ulama dan terhindar dari keraguan.
Semoga penjelasan ini bisa menjawab masalah mengenai niat puasa qadha ramadahan. Segera ganti hutang puasanya ya.
