Wisata Alam Desa Namu

0

Desa Namu adalah salah satu desa yang berada di Kabupaten Konawe Selatan yang menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Kilauan air laut yang jernih, hamparan pasir putih, dan pohon kelapa yang berbaris rapi menambah eksotisnya wisata pantai ini. Lokasinya yang cukup terpencil membuat desa ini masih asri dan jauh dari polusi. Terletak Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. Untuk mencapai desa ini, satu-satunya akses adalah melalui jalur laut dari Pelabuhan Rakyat Desa Langgapulu, Kecamatan Kolono Timur. Lama penyebrangan membutuhkan waktu kurang lebih selama 30 menit.

Dari Kendari, ibukota Provinsi Sultra, jarak Desa Langgapulu berkisar 95 KM atau waktu tempuh 2,5 jam. Perjalanan darat tersebut berlanjut dengan perjalanan laut yang diseberangi menggunakan kapal kecil milik masyarakat sekitar pelabuhan rakyat. Tak perlu ragu soal biaya, umumnya kapal penyebrangan dengan kapasitas 6-9 orang dihargai Rp 500 ribu, harga sudah termasuk untuk jasa antar jemput wisatawan.

Untuk penginapan anda dapat memilih untuk melakukan camping ditepi pantai atau menyewa homestay yang disediakan oleh penduduk. Tarifnya tergolong murah, hanya Rp 25.000 per malam untuk satu orang dan Rp. 50.000/malam sudah termasuk sekali makan dengan menunya yang dijamin memuaskan.

Kalau kamu memilih untuk menginap menggunakan tenda kamu bisa memanfaatkan air bersih yang telah disediakan secara gratis. Desa Namu memiliki sumber air bersih yang melimpah, air dari gunung disalurkan ke bak penampungan lalu disalurkan ke rumah rumah warga. Terkecuali soal listrik, dimalam hari warga di desa ini hanya mengandalkan genset untuk penerangan, mulai pukul 18.00 hingga pukul 22.00 dan biaya operasionilnya berasal dari iuran rutin warga setempat.

Pantai namu berada di dusun III, pantai ini menawarkan pasir panjang dan pasir timbul saat air sedang surut. Kamu dapat berenang sepuasnya atau mengabadikan moment seru bersama teman teman dijembatan kayu. Bagi yang hobi snorkeling, kamu tak perlu jauh dari pantai, disekitaran dermaga pelabuhan, ada gugusan karang melintang panjang, sangat cocok untuk snorkeling atau aktifitas penyelaman.

Spot pantai disini bukanlah satu-satunya, terdapat beberapa keindahan alam lainnya, yakni air terjun pitundengga.  Berjarak 1,5 km dari pemukiman masyarakat desa, kamu harus melalui bukit yang menanjak untuk sampai ke lokasi air terjun.   Selain Air Terjun Pitundengga, Kamu dapat memanjakan mata pada sebuah spot yang cocok dijadikan landscape foto, namanya puncak punggung perahu. Dari puncak ini, terlihat hamparan pohon kelapa yang nampak membatasi darat dan lautan, pulau-pulau disekitarnyapun terlihat dengan jelas.

Reporter : Laode Muhram, Editor : Sumarlin

Leave A Reply

Your email address will not be published.