Sensasi Wisata Puncak Masalili

0

MUNA – Desa Masalili terletak dikawasan perbukitan karst pulau muna. letaknya yang barada diketinggian, membuat angin dikawasan ini begitu menyejukkan. Pemandangan alam yang ditawarkan desa ini sangat cocok untuk para traveller yang hobi fotografer. Secara administratif Desa masalili terletak di Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk sampai kesini kalian hanya membutuhkan waktu 30 menit dari kota Raha, Ibu Kota Kabupaten Muna. Kalau dari Kota Kendari, dapat diakses melalui jalur udara bandara Sugi Manuru Kabupaten Muna Barat dan kalau lewat jalur kapal laut dapat ditempuh selama 3 jam.

Menurut Safaruddin, Plt Kepala Desa Masalili mengatakan, wisata puncak masalili diresmikan sejak bulan juni 2018, dan untuk pembangunannya sendiri menggunakan dana Desa dan kerjasama semua masyarakat yang sampai saat ini sudah kelihatan hasilnya.

Kawasan perbukitan ini dahulu bernama wisata puncak lakude, namun karena pengembangannya sampai dibeberapa puncak lainnya, kini berubah nama menjadi wisata puncak masalili. Tak hanya menawarkan wisata alam, beberapa wahana lainnya juga tersedia disni, salah satunya Flying Fox dengan dua lajur yakni sepanjang 80 meter dan 100 meter. Sensasinya dapat menantang adrenalin bagi para pengunjung yang mau mencobanya.

Adapula penyeberangan jembatan gantung yang menghubungkan dua puncak bukit, dimana pengunjung akan melewati jembatan tersebut dari satu puncak ke puncak lainnya. Tak heran jika teriakan histeris terdengar manakala ada pengunjung yang mencobanya. Namun jangan khawatir, semua wahana ini telah dilengkapi alat keselamatan dan dipandu oleh guide profesional.

Destinasi baru dikawasan ini adalah wahana Water Boom, sejak diresmikan senin (24/02/2020),  spot ini menjadi spot yang sangat diminati pengunjung dari berbagai macam usia. Dihari libur seperti sabtu dan minggu jumlah pengunjung bisa mencapai 200-an orang. Uniknya Water Boom ini berada diketinggian, berbeda dengan water boom pada umumnya yang berada dikawasan perkotaan, pastinya mempunyai sensasi tersendiri.

Tarif Murah

Untuk masuk ke area wisata ini, Anda dikenakan tarif sebesar Rp.5.000, Harga tiket untuk menggunakan Flying Fox dibanderol dengan harga Rp 15.000 per orang dan untuk mencoba adrenalin di  Jembatan Gantung, anda hanya membayar Rp 25.000 saja. Sedang untuk memanjakan diri dengan kesegaran berendam di Water Boom, anda diwajibkan membayar Rp. 25.000 untuk anak-anak dan dewasa sebesar Rp 15.000. Dengan harga murah tersebut, kalian sudah bisa menikmati keseruan berwisata di Desa masalili.

Produk Tradisional

Jangan pulang dengan tangan kosong, beberapa kerajinan tradisional dijual disekitar lokasi. Seperti olahan kain tenun masalili, kerajinan tas, mahkota (kampurui), sarung, anyaman dari bambu (nentu) dan berbagai makanan khas muna. Kain tenun masalili merupakan salah satu kain tenun yang sudah dipamerkan diberbagai ajang bergengsi nasional maupun internasional. Melalui tangan dingin desainer handal Indonesia, Ferry Sunarto, busana berbahan kain Masalili mulai merambah pasaran internasional. Busana ini pernah dipamerkan diajang pameran perdagangan Trade Expo Indonesia (TEI) Tahun 2019 juga Fashion Show di Krasnaya Presnya Park, yang digelar di Moscow, Rusia pada Agustus 2019

Pengembangan

Sejauh ini pengembangan dan pengelolaannya menggunakan dana desa. Kemandirian Bumdes telah menjadikan Wisata Puncak Masalili sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PAD). Kedepannya akan ada wahana baru lagi yang tak lagi menggunakan dana desa seperti sejak awal dirintisnya. Pemerintah Desa sudah mengajukan pengusulan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Muna untuk pengembangan berupa pembangunan Villa dan Balai Pertemuan yang didesain secara tradisional.

Reporter : Laode Muhram

Editor : Sumarlin

Leave A Reply

Your email address will not be published.