Puluhan Event Wisata Batal Digelar, Ini Jawaban Dispar Sultra

0

KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) membatalkan seluruh kegiatan atau Calender Of Event Wisata Di Sultra tahun 2020.

Pembatalan event wisata di Sultra, menyusul dengan kian merebaknya Wabah atau Pandemi Virus Corona (Covid-19). Sehingga pemerintah mengambil tindakan tegas untuk tidak menyelenggarakan event tersebut, selama Pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Sultra, I Gede Panca menyebutkan, berdasarkan kalender event wisata Sultra tahun 2020, setidaknya ada 67 event wisata yang bakal dibatalkan pelaksanaannya selama adanya Pandemi Covid-19 ini.

Tak tangung-tanggung, event wisata seperti seperti Big Ekstrem Tourist yang merupakan agenda besar pemerintah untuk mempromosikan wisata alam dan bahari Sultra kepada pecinta wisata laut dan gua harus dibatalkan karena virus corona.

Bahkan event wisata yang bakal mendatangkan wisatawan mancanegara seperti wisata Gua Matarombeo, Konawe Utara (Konut), dan Gua Liangkabori Muna, juga harus batal. Padahal harusnya kegiatan itu digelar awal bulan April 2020.

“Tentu ini kerugian buat kita, namun lagi-lagi demi kesehatan tentu kita tidak boleh memaksakan hal itu apalagi situasi ini darurat dunia,” kata dia, saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (24/4/2020).

I Gede Panca juga menjelaskan, event Jazirah Tenggara Festival sebagai pengganti kegiatan Halo Sultra yang rencananya digelar akhir Juni 2020, juga terancam batal.

“Nanti di kegiatan itu akan ada sejumlah event yang digelar seperti Teluk Kendari 10K, sapta pesona, pemilihan putra-putri pariwisata, Sultra tenun karnaval, festival kuliner, festival seni dan budaya, festival musik jazz, fishing tenggara fest di Pulau Labengki dan forum bisnis pariwisata,” jelasnya.

Banyaknya event wisata yang batal dilaksanakan, I Gede Panca pun berharap Pandemi Covid-19 ini secepatnya berakhir. Supaya event Jazirah Tenggara Festival yang telah terencana digelar akhir Juni 2020 mendatang, supaya dicarikan solusinya.

Menurut dia ada dua opsi yang telah disiapkan oleh pemerintah, yaitu pertama penundaan event dan dilaksankan pada akhir tahun 2020. Kedua, peniadaan pelakasanaan event tersebut, apabila anggaran event tersebut ditarik untuk dana penanggulangan covid-19.

“Jujur saja agenda Calender Of Event wisata di Sultra itu sudah kacau karena Corona. Sebut saja seperti Festival Budaya Tua Buton yang rutin digelar Kemenpar Agustus sudah dipastikan batal karena Pemkab Buton sudah mengalokasikan anggaran kegiatan itu untuk penanganan covid-19,” jelasnya.

Walaupun puluhan event banyak yang batal akibat Covid-19, I Gede Panca tetap optimis, jika wabah ini usai maka dia yakin sektor pariwisata sebagai salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD), bakal kembali bangkit.

“Dengan semangat para pelaku industri pariwisata yang kuat membangun promosi wisata walau pun butuh waktu untuk merecovery situasi saat ini,” tukasnya.

Reporter : Sunarto

Editor : Sumarlin

Leave A Reply

Your email address will not be published.