Pesona Alam Tangga Seribu Gua Kohonda’o

0

Wakatobi merupakan akronim dari nama tiga pulau yakni Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Masing-masing dari ketiga pulau ini memiliki keunikan tersendiri. Gua Kohonda’o terletak di tenggara  pulau Wangi-wangi yakni di desa Liya Togo.

Gua Kohonda’o atau biasa dikenal dengan sebutan Tangga Seribu adalah Gua yang terbentuk secara alami dan curam yang di dalamnya terdapat mata air. Dahulu sebelum adanya PDAM, masyarakat sekitar menjadikan tempat ini sebagai sumber air minum atau keperluan rumah tangga seperti memasak, mencuci dan lain-lain. Kini tempat ini hanya menjadi sumber air cadangan disaat air sedang tidak mengalir.

Meski tempat ini sudah tak seramai seperti dulu, tetapi kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Benteng Keraton Liya tanpa mengunjungi Kohonda’o. Tempat ini berjarak kurang lebih 300 meter dari pusat perkampungan desa Liya Togo yang bisa Anda tempuh dengan kendaraan roda dua atau berjalan kaki.

Pemandangan saat menuju ke tempat ini sungguh memukau. Sepanjang perjalanan Anda akan tercengang melihat panorama pantai dari kejauhan. Jalan setapak yang Anda lalui berada di atas bukit, sehingga Anda bisa melihat hamparan pulau-pulau yang masih hijau ditambah dengan keindahan birunya laut.

Diujung setapak Anda akan menemukan tempat yang cukup curam, di sini Anda harus menuruni anak tangga. Inilah alasan tempat ini dikenal dengan sebutan tangga seribu. Disini Anda akan menuruni sebanyak 223 anak tangga. Saat musim hujan, Anda mesti berhati-hati karena anak tangga cukup licin. Meski melelahkan, semua akan terbayar dengan keindahan tempat ini.

Gua yang berdiameter kurang lebih 50 meter tersebut memiliki sumber mata air di dasarnya. Masing-masing sumber mata air sudah terpetakkan,  ada tempat yang digunakan untuk permandian dan ada yang digunakaan untuk keperluan rumah tangga. Menariknya, ada tempat khusus yang bisa digunakan pengunjung untuk terapi ikan.

Spot Terapi ikan akan memanjakan Anda. Seiring dengan berkurangnya aktifitas warga di tempat tersebut, ikan-ikan mujair berkembang dengan begitu cepat. Ketika Anda mencelupkan kaki di tempat tersebut, ikan-ikan mungil akan mengerumuni kaki dan memakan sel-sel kulit mati sehingga kaki akan terasa lebih bersih dan segar.

Curamnya Gua ini juga menjadi daya tarik bagi pencinta panjat tebing. Tidak jarang komunitas panjang tebing menguji nyali disini. Pepohonan dipinggiran Gua ini masih cukup rindang, pemanjat tebing bisa dengan mudah mengikatkan talinya di pepohonan. Bagi pecinta olahraga ekstrim ini, tempat ini rekomnded bangat.

Penasaran dengan sensasi terapi ikan-ikan kecil dan panjat tebing di tempat ini? Mari berkunjung ke Gua Kohonda’o

Kontributor: Samidin

Editor: Sumarlin

Leave A Reply

Your email address will not be published.