Pasir Timbul Bone Labunta, Destinasi Wisata Baru di Buteng

0

BUTON TENGAH- Kabupaten Buton Tengah (Buteng) kini mempunyai destinasi wisata baru yang berada di Kecamatan Mawasangka. Namanya dikenal sebagai Pasir Timbul Bone Labunta.

Pernah tidak terbayangkan berada di tengah-tengah lautan tanpa penghuni, menikmati keindahan alam, mendengar suara desiran ombak dan merasakan sejuknya angin sepoi-sepoi. Tempat ini sangat cocok.

Bahkan pesona alam pantai ini akan membuatmu terhipnotis dan enggan untuk pulang. Bone Labunta merupakan salah satu kebanggaan Buteng karena masuk dalam nominasi kategori destinasi baru pada Anugerah Pesona Indonesia (API) award Tahun 2020.

Untuk sampai di Bone Labunta, pengunjung harus menggunakan perahu mesin dengan waktu tempuh sekitar 20 hingga 30 menit berangkat dari dermaga Pelabuhan Fery Mawasangka.

Tempat ini sangat unik dikarenakan di Indonesia sendiri, pasir timbul yang seperti ini masih bisa dihitung jari dan salah satunya ada di Buteng. Rasa suntuk dijamin hilang ketika menginjakkan kaki di sini.

Sayangya untuk ke sini tidak selamanya air laut akan surut, sehingga untuk mendapatkan pasir tidak tertutupi air kita harus mencari informasi lebih dulu terdahulu kepada warga atau nelayan setempat.

Saa air surut Anda dapat memasang tenda dan menikmati liburan bersama saudara, kerabat, keluarga maupun teman-teman.
Waktu air surut sekitar 5-7 jam dan surutnya pada waktu tertentu. Biasanya di pagi hari, siang, sore maupun malam hari.

Harga sewa kapal kisaran Rp250 ribu hingga Rp300 ribu dengan kapasitas perahu 5 sampai 15 orang. Perjalanan menuju ke Bone Labunta kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah yaitu banyaknya
Bagang yang berada di tengah laut.

Bagang ini merupakan tempat penangkapan ikan yang menggunakan jaring dan lampu. Banyaknya bagang ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Mawasangka adalah nelayan.

“Pasir timbul ini bagus sekali, harapannya jangan dibangun apa-apa disini, biarkan saja seperti ini tetap alami, cukup dikelola saja dengan baik, misal mungkin tidak ada tali rumput laut yang sedikit menganggu pemandangan dan keindahan Bone Labunta ini”, ucap Papil pengunjung asal Buton Selatan di Bone Labunta, (Minggu, 12/7).

Ia berpesan bagi semua pengunjung agar tidak meninggalkan sampah di sini, karena ini berada di tengah laut, tidak ada yang bisa menampung, sehingga saat air pasang pasti sampah akan berserakan dan merusak alam .

Bone Labunta dijamin akan memberikan pengalaman dan kisah petualangan sendiri bagi siapapun yang mengunjunginya. Jangan lewatkan Bone Labunta menjadi salah satu daftar objek wisata yang akan kamu kunjungi selanjutnya.

Seindah-indahnya alam pasti akan rusak jika manusia tidak menjaganya. Terkadang justru manusia itu sendiri yang merusak, Oleh karena itu bagi para pengunjung mari kita menjaga alam ini seperti kita menjaga diri kita.

Kontributor: Yulisnawati Abbas
Editor: Ilham Surahmin

Leave A Reply

Your email address will not be published.