Pandemi Covid-19, Dispar Sultra Upaya Pulihkan Destinasi Pariwisata

0

KOLAKA – Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengupayakan pemulihan (recovery) seluruh destinasi pariwisata di Bumi Anoa bila wabah Covid-19 berakhir nantinya.

Sejak mewabah beberapa bulan terakhir, Covid-19 ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap sektor pariwisata. Keberadaannya membuat pemerintah harus menutup semua destinasi wisata yang ada di Sultra guna mencegah penyebaran virus asal Wuhan itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Sultra, I Gede Panca mengatakan upaya untuk memulihkan kembali pamor pariwisata di Sultra, Dispar fokus meningkatkan hal mendasar yaitu menjamin kebersihan semua destinasi wisata binaan Dispar tersebut.

Selanjutnya, melakukan promosi dan publikasi kepada masyarakat melalui berbagai media bila ke depan setiap destinasi wisata telah menyiapkan alat sterilisasi seperti tempat cuci tangan dan alat semprot di setiap pintu masuk tujuan tempat wisata.

“Misalnya di Bokori sebelum masuk kita siapkan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan dan cuci tangan. Kalau dulu masih bisa masuk darimana saja, maka ke depan tamu sebelum masuk, sudah harus steril,” jelasnya.

Hal ini, kata I Gede Panca, untuk menjamin dan memastikan setiap pengunjung benar-benar bersih sebelum bercengkrama dengan pengunjung lainnya. Sehingga, masyarakat tak khawatir dan ragu saat berwisata, karena kebersihan di kawasan wisata tetap terjaga.

“Semua kita sterilkan, termasuk pakaian yang dikenakan juga harus steril. Walaupun, pengunjung mandi di laut, maka akan disterilisasi otomatis,” ujarnya.

Ia mengharapkan pandemi Covid-19 ini segera menurun penularannya. Kendati demikian, untuk menyakinkan masyarakat maka pihaknya tetap waspada dan menjaga kebersihan tempat wisata dengan penyediaan alat tersebut yang telah dianggarkan melalui refocusing anggaran.

Menurutnya, sekalipun membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memulihkan kembali eksistensi pariwisata di Sultra. Namun, bila gencar dan intensif mempromosikan terkait fasilitas kesehatan dan kebersihan, maka diharapkan dapat membangkitkan kembali pariwisata di Sultra.

Apalagi, dengan melibatkan jurnalis media massa sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan kepada masyarakat perihal penyediaan alat sterilisasi dan fasilitas tersebut, ia optimistis setelah wabah Covid-19 berakhir pariwisata semakin berkembang.

“Makanya teman jurnalis menjadi bagian penting bagi kami, untuk mempublikasikan bila kami memang peduli dengan kebersihan dan kesehatan untuk mencegah Covid-19,” pungkasnya.

Perlu diketahui, saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Sultra, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sultra telah terjadi penambahan dua kasus baru yang positif.

Sehingga, jumlah untuk kasus pasien terkonfirmasi positif mencapai 64 orang (sebelumnya 62 orang).

Dari kasus terkonfirmasi positif tersebut, 11 orang dinyatakan sembuh, 2 orang meninggal, dan 51 orang (termasuk dua kasus baru yang positif) masih dalam tahap menjalani perawatan di rumah sakit.

Kemudian, kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 724 orang. Jumlah ini bertambah sebanyak 54 orang bila dibandingkan sehari sebelumnya. Kasus orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 246 orang.

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 12 orang. Masing-masing terjadi penurunan sebanyak 1 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Kontributor : Sitti Nurmalasari
Editor: Ilham Surahmin

Leave A Reply

Your email address will not be published.