Kepulauan Wakatobi jadi Pilihan Wisatawan Singapura selain Bali

0

KENDARI- Minat masyarakat Singapura terhadap keindahan alam di Sulawesi Tenggara (Sultra) ternyata sangat tinggi. Khususnya di Kabupaten Wakatobi.

Hal ini terungkap pada web seminar (Webinar) yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Sultra bekerja sama dengan Pemprov Sultra, Pemda Wakatobi dan Gabungan Industri Parisiwisata Indonesia (GIPI) Sultra, Jumat 15 Mei 2020 lalu.

Principal Wonderful Indonesia Tourism Office (WITO), Sulaiman Shehdek mengatakan, potensi ekoturisme dan wisata bawah laut Sultra khususnya Wakatobi dan Labengki di Kabupaten Konawe Utara (Konut) akan sangat diminati oleh masyarakat singapora.

“Setelah melihat dan mendengar pemaparan Ketua GIPI Sultra dan Kadis Pariwisata Wakatobi, Nadar lewat webinar ini, Sultra pasti akan diminati oleh masyarakat Singapura,” kata Sulaiman melalui rilis persnya, Minggu 17 Mei 2020.

Menurutnya, masyarakat Singapura telah mencari alternatif tujuan wisata lain selain Bali dan Sultra menjadi jawabannya. Ia mengakui, setiap tahun ada sebanyak 1,9 juta orang singapora berwisata ke Indonesia. Sehingga peluang tersebut harusnya dijemput oleh pengusaha pariwisata dan pemerintah setempat.

Sementara itu, Ketua GIPI Sultra, Hugua mengatakan, dirinya memaparkan dalam webinar tersebut perihal potensi empat klaster pariwisata Sultra, yakni klaster Great Kolaka Raya, Great Konawe Raya, Great Rawa Aopa, Great Muna Raya, Greta Buton Raya dan Great Wakatobi.

“Melalui webinar ini saya berkesempatan untuk meyakinkan audiens Singapora dengan presentasi empat klaster pariwisata Sultra,” ujarnya.

Menurut mantan Bupati Wakatobi itu, yang menjadi poin penting dari pertanyaan media maupun pengusaha pariwisata Singapora yakni kurangnya informasi mengenai peluang investasi Singapura pada sektor pariwisata di Sultra.

Seperti akses penerbangan, dan minimnya informasi mengenai objek wisata unggulan Sultra yang dimuat dalam paket wisata untuk masyarakat Singapura.

“Seperti kata Country Manager WITO, Arief Latief, yah Wakatobi sudah terbiasa dikuping orang Singpora karena masuk 10 Bali baru, namun kami belum tahu cara terbang kesana. Begitu katanya,” katanya.

Hugua juga mengapresiasi pihak BI Sultra yang telah memfasilitasi webinar ditengah pandemi Covid-19. Sebab, disamping untuk memutus mata rantai penyebaran corona pemerintah juga harus memikirkan perputaran ekonomi pascabencana non alam ini.

Untuk diketahui, Webinar dibuka oleh Dubes RI untuk Singapura, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Kadis Pariwisata mewakili Gubernur Sultra, dan Kepala BI Perwakilan Sultra.

Pembicara dalam webinar adalah Ketua GIPI Sultra Hugua dan Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi Nadar diikuti oleh peserta dari unsur media singapora, KBRI Singapore, BI Indonesia, BI Singapore dan Pengusaha Pariwisata Singapore serta WITO.

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Ilham Surahmin

Leave A Reply

Your email address will not be published.