Indahnya Bahari Labuan Beropa Konawe Selatan

0

Disparsultra | Indahnya! Desa Labuan Beropa, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sultra yang menawarkan wisata bahari bawah lautnya.

Desa yang letaknya tak jauh dari kawasan wisata pulau Hari tersebut diselubungi hamparan pasir putih dan pepohonan kelapa sehingga menjadi daya tariknya tersendiri. Lebih seru jika anda bisa menikmatinya bersama teman-teman maupun keluarga.

Lokasi yang kami kunjungi, Sabtu (9/12/2020) ini adalah dusun III dan IV. Secara keseluruhan Labuan Beropa memiliki luas 20 kilometer persegi yang terdiri dari 4 dusun 8 RT dengan jumlah 250 kepala keluarga.

Dikala hujan, terdapat air terjun musiman yang mengalir deras dari atas bukit melewati batuan cadas. Dimusim panas debit airnya berkurang sedangkan dimusim penghujan debit air akan mengalir begitu deras. Pesoana ciptaan tuhan ini begitu menabjubkan, keindahan yang sukar untuk ditemukan di tempat lain.

Suasana menabjubkan tatkala kita mencoba menikmati pertemuan air tawar dan air laut. Air yang bersumber dari air terjun terasa dingin sedangkan air laut lebih hangat bersatu dalam panorama alam yang begitu indahnya. Keduanya begitu jernih bak kaca.

Tak jauh dari tempat itu, berada di dusun I Anda akan menemukan sumber mata air yang keluar dari bebatuan cadas, masyarakat lokal menyebutnya Kasuha. Konon katanya air ini tak pernah kering sepanjang tahun meskipun musim kemarau. Sayangnya, potensi mata air tersebut belum di maksimalkan dengan baik. Masyarakat setempat menggunakan air ini sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Agar air tidak langsung menjuru ke laut, masyarakat sekitar membuatkan bendungan kecil berukuran 2 x 1 meter. Apabila dibuatkan kolam atau bendungan dengan ukuran lebih besar akan menjadi kolam air tawar.

Tidak sampai disitu, desa ini menyimpan keindahan lain. Gugusan karang terbentang dengan begitu mempesona. Bagi anda yang hobi menyelam atau snorkeling maka tempat ini wajib anda kunjungi.

Sayangnya, desa yang menyimpan potensi wisata menabjubkan ini belum manjadi prioritas untuk pengembangan pariwisata.

Warga Desa Labuan Beropa Abdul Latif mengungkapkan, desa ini bukanlah desa yang akan dikembangkan menjadi lokasi wisata, melainkan untuk pengembangan nelayan berbeda dengan Desa Namu dan Batu Jaya yang sudah mengembangkan potensi wisatanya.

“Disini wisata ada, tapi kita fokus sama nelayan. Meskipun demikian kita akan mengembangkan wisata juga nantinya,” ungkap Abdul Latif.

Kendati demikian, dengan tereksposnya ke media, desa ini dapat menjadi salah satu perhatian wisatawan bahari yang ingin belibur di akhir pekan atau libur panjang.

Dai pusat kota Kendari Sulawesi tenggara, Labuan Beropa bisa ditempuh dengan menaiki kapal dari pelabuhan beringin Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Lama atau berdampingan dengan Pelabuhan Fery Wawaonii.

Jarak tempuh kapal sekitar dua jam dengan biaya yang cukup terjangkau sekitar 600 ribu an hingga satu juta. Beberapa kali, turis mancaranegara Itali dan Brazil pernah berkunjung kesini.

Kondisi alam sekitar masih sangat terjaga. Buktinya saat musim pisang berbuah dikatakan Abdul Latif kera hitam terkadang turun dan menujukkan dirinya.

Kemudian burung endemik Sultra yang memiliki paruh besar akan turun mencari makan di pohon beringin ketika berbunga dengan jumlah ratusan ekor.

Diketahui kawasan hutan ini termasuk dalam hutan lindung Tanjung Peropa.

Kontributor: Samidin
Editor: Ilham Surahmin

Leave A Reply

Your email address will not be published.