Imbas Corona, Pariwisata Wakatobi Babak Belur

0

WAKATOBI- Akibat dari penyebaran virus Corona (Covid-19) yang eskalasinya terus meningkat, membuat pemerintah Indonesia menutup seluruh akses pariwisata. Dampak dari hal itu pun sangat dirasakan oleh para pelaku pariwisata di Kabupaten Wakatobi.

Dengan tidak adanya wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi memicu ketidakpastian nasib para pelaku pariwisata. Seperti wisata penyelaman, travel, kuliner, driver bahkan pelaku usaha kecil. Ketergantungan pendapatan melalui sektor pariwisata membuat mereka gigit jari dan terpaksa harus menguras tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu pelaku pariwisata Seto Aryadi mengaku sejak bulan Januari lalu pihaknya tidak lagi beroperasi akibat pandemi corona.

“Adapun yang kemarin berencana datang pada bulan tiga, lima dan delapan, sebagian besar batal, hanya ada dua grub yang masih mereschedul kedatangannya ke Wakatobi itupun kalau kondisi sudah memungkinkan,” ungkap pemilik Wakatobi Dive Trip, Seto Aryadi via WhatsApp, Kamis (30/4/2020).

Ia berharap agar para pelaku pariwisata di Wakatobi segera diperhatikan. Sebab menurutnya, apabila pelaku pariwisata sebagai unjuk tombk dalam dunia pariwisata pascacovid19 meredam semua sudah gulung tikar tentunya akan sangat berdampak pada ekonomi masyarakat secara umum.

“Kami adalah pelaku-pelaku yang turut membangun dan menjaga kualitas pariwisata di Wakatobi,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Nadar mengatakan, terkait dengan nasib para pelaku pariwisata Wakatobi. Pemerintah telah mengirim data mereka yang terdampak ke Kemenparekraf, Gubernur melalui dinas sosial dan juga diteruskan ke asosiasi kepariwisataan terkait.

“Dispar juga telah mensosialisasikan dan memfasilitasi ke pekerja terdampak terkait program kartu prakerja,” katanya.

Kemudian mengenai pelaku usaha yang terbebani dengan angsuran kredit usaha, pemerintah telah koordinasi dengan semua perbankan yang ada di Wakatobi secara langsung.

Bupati Wakatobi juga sudah mengundang semua pimpinan bank setempat yang ada untuk memfasilitasi pelaku usaha terdampak terutama di sektor pariwisata untuk diberikan restrukturiaasi dan relaksasi pinjaman sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Kontributor: Samidin
Editor: Ilham Surahmin

Leave A Reply

Your email address will not be published.