Goa Sugi Patani, Situs Layang – Layang Purba di Pulau Muna

0

Khagati Kolope, dalam Bahasa Muna berarti layang-layang dari daun Kolope (ubi hutan), layang-layang yang terbuat dari daun ini masih dapat di temui di desa-desa yang ada di Kawasan perkampungan Liangkabori, kecamatan Lohia, kabupaten Muna.

Layang Layang merupakan salah satu permainan purba yang terdapat di Pulau Muna, permainan ini awalnya dijadikan sebagai budaya dalam Bertani masyarakat Muna pada masa lampau, untuk melihat bukti bahwa permainan layang-layang merupakan permainan tua di Muna, kita dapat melihat situs purba gambar layang-layang di Goa Sugi Patani yang terdapat di Kawasan Karts Liangkabori.

Untuk menuju Goa Sugi Patani dapat menggunakan kendaraan hingga ke lokasi goa, kita harus sedikit mendaki bebatuan karts untuk melihat Goa tersebut, masuk sekitar 3 meter lukisan manusia sedang bermain layang-layang dapat dilihat di dinding kanan goa. Lukisan tersebut menggunakan getah pohon yang dicampur tanah liat.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Wolfgang Bieck seorang pecinta layang-layang asal Jerman pada tahun 1997, dalam beberapa tahun penelitian ia mengatakan bahwa lukisan tersebut berumur sekitar 9000-9500 sebelum Masehi, atas dasar tersebut Ia Bersama istrinya menerbitkan sebuah Buku berjudul “The First Kitemen”, sebagai cikal bakal permainan layang-layang pertama di dunia, hal itu pula yang membantah bahwa layang-layang pertama berasal dari China.

La Ode Kosasih salah satu guide dikawasan Liangkabori mengatakan, Goa Sugi Patani paling sering di kunjungi oleh wisatawan selain Gua Liangkabori, baik wisatawan local maupun wisatawan dari luar negeri. “kebanyakan tujuan mereka adalah untuk penelitian dan penggiat wisata sejarah” pungkasnya.

Olehnya itu, Kawasan ini harus terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Muna khususnya bagi generasi muda, “kita harus bangga akan keberadaan situs layang-layang pertama di Dunia yang ada di Goa Sugi Patani” lanjutnya.

Selain lukisan layang-layang di sekitar goa juga terdapat sebuah peta yang dilukis diatas batu yang dipercaya oleh warga sekitar sebagai peta yang dibuat oleh penghuni goa pada masa lampau.

Keindahan landscape Kawasan liangkabori yang dipenuhi bukit-bukit bebatuan karst dapat menjadi nilai tersendiri bagi pengunjung di Kawasan ini selain nilai histori masyarakat purba yang dapat diperoleh.

Penulis : Sunarto

Editor : Sumarlin

Leave A Reply

Your email address will not be published.