Desa Watumelewe, Kembangkan Wisata Pantai Pasir Putih Melalui Dana Desa

0

KENDARI – Konawe Selatan (Konsel) merupakan kabupaten yang banyak menyimpan tempat – tempat indah, baik itu wisata alam maupun wisata bahari. Salah satunya yakni wisata bahari Pantai Pasir Putih yang berada di Desa Watumelewe, Kecamatan Tinanggea.

Bagi wisatawan lokal, akses menuju Desa Watumelewe ini tidak membutuhkan waktu yang lama, jika dari Ibu Kota Kabupaten Konsel, Andoolo dengan jarak tempuh 15 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara untuk wisatawan diluar dari Kabupaten Konsel, seperti wisatawan Kota Kendari, kurang lebih untuk menuju Desa Watumelewe ini hanya 1.5 jam jarak tempuh yang dihabiskan.

Wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin berkunjung, tidak perlu ragu akan keindahan wisata bahari di Desa Watumelewe.

Pasalnya pantai yang memiliki panjang 1 kilo meter ini ketika sedang surut jarak air laut dan bibir pantai bisa mencapai 350 meter. Sehingga wisatawan, dapat menikmati sepuasnya keindahan Pasir Putih, ditambah dengan kemolekan hutan bakau hijau yang mengelilingi pantai.

Kemudian wisatawan yang hobi wisata bahari, juga dapat menikmati hamparan laut biru dan pemandangan gugusan pulau yang masuk dalam Kabupaten Muna Barat (Mubar) menambah keindahan wisata ini, belum lagi terdapat pasir timbul di tengah laut yang bisa menjadi spot berfoto dan bermain air bagi pengunjung.

Tak hanya itu, sebelum memasuki area wisata Pasir Putih Desa Watumelewe, wisatawan juga dapat menikmati keindahan sawah dan perkebunan sayur warga di sepanjang jalan.

Kini, wisata bahari Pantai Pasir Putih Desa Watumelewe telah menjadi salah satu tempat wisata pilihan masyarakat yang ingin menghabiskan waktu luang bersama kerabat, teman kerja, dan keluarga di waktu libur.

Namun jauh sebelum wisata Pantai Pasir Putih ini terekspos dan dikenal oleh masyarakat, ternyata dibalik itu pemerintah desa bersama masyarakatlah yang telah bahu-membahu bekerja untuk memperkenalkan dan membuka akses wisata tersebut.

Bahkan tak tangung-tanggung, keseriusan untuk mengembangkan wisata Pantai Pasir Putih ini, pemerintah desa Watumelewe turut mengalokasikan Dana Desa (DD) sebesar Rp500 juta.

Kepala Desa Watumelewe, Suhartono mengatakan pengalokasian DD itu selain pengembangan wisata bahari, kedepannya juga akan dibangun fasilitas tambahan. Seperti wisata pemancingan, kolam ikan air tawar dan tracking mangrove.

“Bagi yang hobi mancing dan yang tidak suka air laut ada kolam air tawar, disini semua ada kita bakal hadirkan. Tentunya dengan harga terjangkau dan benar-benar berbeda dengan wisata yang sudah ada,” ungkap dia.

Untuk itu, Suhartono meminta agar semua pihak mendukung dan terlibat apa yang telah dimulai oleh pemerintah desa dan masyarakat Watumelewe. Karena menurutnya, progres pengembangan wisata Pantai Pasir Putih bakal mendatangkan pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Sejak tahun 2019 hingga 2020, kami catat pengunjung yang datang saat libur itu sudah mencapai 2.000 orang,” jelasnya.

Ditempat yang terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sultra I Gede Panca turut mengapresiasi yang dilakukan oleh pemerintah Desa Watumelewe dalam mengembangkan wisata baharinya.

“Pada prinsipnya kami mendukung semua daerah di Sultra untuk mengembangkan kawasan wisata di daerahnya masing – masing, termkasud Desa Watumelewe,” kata Panca.

Reporter: Sunarto
Editor: Ilham Surahmin

Leave A Reply

Your email address will not be published.