Audiensi Dengan Menparekraf, Pemprov Sultra Minta Dukungan Investasi Bidang Pariwisata

0

JAKARTA – Semangat roda kepariwisataan di Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak tinggal diam meski harus mengalami keterpurukan akibat Pandemi Covid-19. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra melalui Gubernur, Ali Mazi meminta agar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) membuka ruang audiensi atas program dan potensi kepariwisataan di Sultra hingga saat ini.

Menanggapi permintaan tersebut, Menparekraf, Sandiaga Uno melalui program Kolaborasi Aksi membuka ruang bagi Gubernur Sultra dan seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Sultra untuk mengikuti audiensi dan paparan langsung di hadapan Menparekraf.

Dalam audiensi itu, Pemprov diwakili oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Basiran, Bupati Kolaka, Walikota Kendari, Bupati Buton Utara, Bupati Muna Barat, Bupati Konawe Selatan, Wakil Bupati Wakatobi dan Wakil Bupati Buton serta seluruh Kepala Dinas Pariwisata baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Sedangkan Menteri Pariwisata di dampingi oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Direktur Pengembangan Destinasi II, Direktur Pemasaran Regional I dan Direktur Event Daerah.

Pada kesempatan itu, Pemrov Sultra menyampaikan harapan agar dukungan penetapan destinasi pariwisata masuk dalam KPPN/KSPN di RIPARNAS.

Selain itu, Pemprov juga meminta dukungan penetapan Geopark Pulau Muna, dukungan pembukaan jalur penerbangan Denpasar – Haluoleo Kendari atau Denpasar – Matahora Wakatobi, dukungan pengembangan daya tarik dan peningkatan kapasitas SDM pariwisata, dukungan promosi destinasi dan penyelenggaraan event serta dukungan masuknya investasi swasta bidang pariwisata ke daerah.

Atas permintaan dukungan itu, Menparekraf menekankan pentingnya kolaborasi antara wilayah dengan semangat gotong royong untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kurangi kompetisi dan ego masing-masing wilayah untuk lebih mengembangkan pariwisata di Sulawesi Tenggara”, kata Menparekraf. Selasa (8/6/2021)

Lebih lanjut, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pariwisata di Sultra melalui pengembangan Destination Management dan Destination Governance yang diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur wisata, pemulihan destinasi serta penerapan CHSE.

Menparekraf juga berjanji akan memprioritaskan penggunaan aspal Buton dalam peningkatan akses ke destinasi wisata

“Selain itu pentingnya pengembangan industri kreatif lokal berupa kerajinan dan kuliner. Kualitas yang baik serta penonjolan ciri khas budaya juga dapat menjadi kekuatan untuk memasarkan produk lokal bahkan sampai ke manca negara”, ucapnya.

“Saya bahkan pernah memberikan produk Sulawesi Tenggara, untuk menyambut Wakil Perdana Menteri Hungaria. Pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif di Sultra akan difokuskan pada destinasi prioritas yang menonjol dalam satu rangkaian travel pattern”, katanya menambahkan.

Diakhir audiensi, Sandiaga Uno menekankan bahwa pariwisata dimulai dengan even dan ditutup dengan even. Kementerian akan fokus memberikan pendampingan bagi penyelenggaraan event di Sulawesi Tenggara sehingga kualitasnya dapat lebih ditingkatkan untuk mencapai kualitas internasional dengan lebih menonjolkan budaya lokal.

Penyelengaraan even juga diharapkan dapat menangkap peluang melalui potensi lokal yaitu pelaksanaan seminar maupun pertemuan yang terkait dengan potensi daerah seperti nikel dan aspal buton yang seyogyanya di pusatkan di Sulawesi Tenggara.

“Semua akan dikemas menjadi rangkaian paket wisata dengan pelaksanaan kunjungan lapangan di wilayah pertambangan. Rangkaian even tersebut diharapkan akan semakin meningkatkan pariwisata nice yang ada di Sulawesi Tenggara”, tutup Sandiaga.

sumber : tegas.co

Leave A Reply

Your email address will not be published.