Air Terjun Tikuarau, Wisata Alam Kolaka yang Manjakan Mata

0

KOLAKA – Di Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk menikmati keindahan air terjun dengan aliran air yang deras jatuh dari ketinggian kurang lebih 60 meter, memecah bongkahan batu besar yang bersusun rapi di bawahnya sangat jarang untuk didapatkan.

Pasalnya hampir semua air terjun yang ada di Bumi Anoa ini membentuk susunan batu menyerupai anak tangga.

Namun air terjun dengan karateristik seperti itu, bisa Anda temukan ketika berkunjung ke Kelurahan Ulunggolaka, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka. Masyarakat di sana menamainya Air Terjun Tikuarau.

Air terjun itu menyuguhkan keindahan yang bisa Anda menikmati dari bawah, sambil merasakan hembusan angin cukup kencang dan airnya yang sangat dingin.

Dari pintu masuk kawasan Taman Wisata Alam Kea-kea, Ulunggolaka, Kolaka, Anda membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan jarak tempuh sekitar 8 kilometer berjalan kaki menelusuri hutan untuk sampai ke lokasi Air Terjun Tikuarau.

Akan tetapi, Anda mesti berhati-hati ketika memasuki rute pendakian karena kondisi jalannya cukup kecil dan berada di pinggir jurang. Saat berkunjung ke lokasi ini sebaiknya menggunakan jasa pendamping yang bisa menjadi penunjuk jalan.

Sepanjang perjalanan, suara aliran air akan menjadi pemecah keheningan di tengah hutan yang masih alami. Bongkahan batu kali yang besar dengan ketinggian hingga 10 meter menghiasi pemandangan di sekitar air terjun Tikuarau.

Anda dapat menikmati jatuhnya air dari sisi kanan karena terdapat batu yang landai dan bisa menjadi tempat beristirahat sambil menikmati keindahan Air Terjun Tikuarau. Kendati demikian, selama berada di sekitar air terjun Anda tetap perlu berhati-hati karena batunya cukup licin.

Apalagi untuk mencapai bongkahan batu tersebut belum ada rute khusus yang dibuat. Melainkan Anda harus menelusuri satu persatu bongkahan batu di bawahnya. Batu yang landai itu pun biasanya menjadi titik bagi pengunjung yang ingin camping.

Untuk bisa benar-benar menikmati keindahannya mulai dari suasana pagi, siang, dan sore hari, Anda bisa melakukan kemah di sana. Jangan lupa untuk menyiapkan dan membawa sejumlah perlengkapan camping mulai dari tenda hingga logistik (keperluan makan dan minum).

Kalaupun, Anda tidak berminat untuk camping, maka Anda harus berangkat pagi agar sore harinya bisa pulang. Logistik menjadi hal penting untuk dibawa selama perjalanan, khususnya air minum.

Salah satu anggota Ulunggolaka Pecinta Alam (Upala) Rifal mengungkapkan bahwa wisata ini belum menjadi tujuan destinasi umum karena kondisi jalannya belum memadai dan membutuhkan tenaga ekstra untuk sampai ke Air Terjun Tikuarau.

Kata dia, pengunjung yang ke air terjun kebanyakan anak-anak pecinta alam dan mereka yang memang suka wisata alam seperti ini. Sebagian dari pengunjung itupun, biasanya camping di sekitar air terjun untuk bisa menikmati keindahannya.

Informasi tambahan, waktu yang dibutuhkan dari ibu kota Kolaka untuk sampai ke Taman Wisata Alam Kea- Kea kurang lebih 30 menit. Agar sampai kesini, Anda bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ketika memasuki kawasan yang berada dalam pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sultra ini, Anda akan dikenai biaya masuk sebesar Rp5 ribu per orang.

Penulis: Sitti Nurmalasari
Editor: Ilham Surahmin

Leave A Reply

Your email address will not be published.