3 Hal Unik Yang Membuat Kamu Ingin ke Buton

0

Menjelejahi alam Pulau Buton memang tak ada habisnya, daerah yang dikenal dengan negeri seribu benteng ini bukan hanya dikenal dengan bentengnya yang terluas di dunia. Namun, ternyata juga menyimpan rahasia kecantikan yang belum terjamah.

Sebuah pulau di Sulawesi Tenggara, disebelah timur Indonesia ini memiliki laut yang indah, bukit berbaris rapi, dan warisan budaya dari masyarakatnya, semua menjadi satu padu dengan keindahan alamnya yang menurut saya memiliki keunikan tersendiri, apalagi masyarakat Buton masih mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, hal ini mampu membuat semuanya menjadi indah dan menakjubkan. Jika kamu menyempatkan diri berkunjung di Pulau Buton, kamu akan mendapatkan pengalaman yang tak akan terlupakan.

Berikut beberapa keunikan Buton yang membuat libaranmu semakin indah dan berkesan:

1.  Buton Memiliki Rumah Siku Yang tak Menggunakan Paku

Pada umumnya Rumah Siku atau Banua Tada merupakan rumah panggung tempat tinggal orang Buton. Kata “banua” dalam bahasa setempat berarti rumah, sedangkan kata “tada” berarti siku. Jadi, banua tada dapat diartikan sebagai rumah siku. Disebut Rumah Siku karena kita dapat melihat banyak siku pada struktur rangka bangunannya. Keunikan dari rumah ini terletak pada desain, struktur dan fungsinya yang mengandung banyak nilai filosofis.

Jika rumah bertingkat terbuat dari beton, hal tersebut tidak sama dengan rumah tradisional orang Buton,  di sana kita dapat menjumpai rumah siku ini bertingkat 2, bahkan sampai bertingkat 3, maka tak mengherankan kalau rumah ini memiliki keunikan yang tidak bisa ditemukan di rumah tradisional jenis lainnya.

Keunikan lain rumah siku ini, yakni dapat berdiri kokoh tanpa menggunakan satu pun paku sebagai penyambung antar bagiannnya. Tak hanya itu, rumah siku ini juga biasanya didirikan di atas potongan batu gunung. Walaupun rumah siku ini hanya didirikan diatas batu gunung, tapi rumah ini tetap berdiri tegak dan kokoh.

2. Di Buton Terdapat Manusia Bermata Biru

Memiliki warna bola mata yang berbeda sering menjadi pusat perhatian. Karena keunikan ini lah yang membuat orang merasa penasaran terhadap keberadaan manusia bermata biru. Di Buton, Ariska Dala, gadis 19 tahun ini memiliki bola mata yang sangat indah,  berwarna biru seperti Ayahnya La Dala (54) yang masing-masing memiliki mata khas orang-orang Eropa.

Menurut La Dala, memiliki mata biru bukan sebagai kebetulan. Karena menurut cerita turun temurun keluarga, bahwa nenek moyang mereka, yakni Raja Siompu II yang bernama La Laja dahulu menikahkan putrinya Wa Ode Kambaraguna dengan seseorang yang berbangsa portugis sehingga perkawinan ini menjadi pangkal muasal turunan para mata biru di Pulau Siompu, Buton Selatan.

Dalam lingkungan keluarga, Riska sendiri saat ini merupakan keturunan keenam generasi bermata biru. Uniknya, dari keenam bersaudara hanya Riska yang memiliki bola mata berwarna biru. Jika kamu ke Buton rasanya tak lengkap jika kamu tak bertemu langsung dengan mereka. Saat ini, Riska dan keluarga bermukim di Desa Kaimbulawa, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan. Pulau Siompu bisa dijangkau menggunakan perahu motor atau speed boat dari Kota Baubau sekitar 70 menit atau dapat juga melalui penyeberangan Batauga menuju Siompu sekitar 30 menit.

Selain di Siompu, kamu juga dapat menjumpai orang bermata biru, Fardhan Ramadhan (7) di Desa Boneatiro, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Wilayah ini berjarak sekitar 39 km dari Kota Baubau. Ibu Fardhan, Diana (36) menuturkan bahwa mata biru yang diperoleh Fardhan diturunkan dari orang tua almarhum suaminya Faisal Ambo Dale. Menurut Diana, nenek moyang almarhum suaminya merupakan seorang berketurunan Portugis.

3. Buton Memiliki Hutan Lambusango Sebagai Paru-paru Dunia

Buton tak pernah sepi dari hal-hal yang unik, salah satu keunikan lain Pulau Buton yang jarang diketahui masyarakat Indonesia tetapi dikenal dunia, yakni Buton dikenal sebagai paru-paru dunia karena Buton memiliki Hutan Lambusango, yakni suatu wilayah unik di dunia yang memiliki keragaman hayati yang tinggi dan juga menjadi benteng terakhir keragaman hayati Bioregion Wallacea.

Hutan Lambusango menjadi idola wisatawan dunia karena hutannya memiliki hewan endemik dan ekosistem yang hanya dijumpai di daerah ini. Selain itu Lambusango juga menawarkan keindahan alam yang begitu cantik, mulai dr gunung, bukit, padang savana, air terjun, dan pepohonan rimbun yang semakin menyegarkan mata ketika mengunjunginya.

Hutan Lambusango menawarkan penjelajahan hutan yang istimewa. Betapa tidak, hutan alam Lambusango mengundang decak kagum siapapun yang menjelajahinya, melakukan pengamatan burung dan satwa liar khas Sulawesi yang beraneka ragam. Suara kicauan burung di atas pepohonan tak henti-hentinya memperdengarkan suaranya yg begitu merdu, seakan menjadi ritual yg ditujukan untuk setiap tamu yang datang mengunjungi hutan ini. Maka tak heran, bila begitu banyak wisatawan mancanegara berbondong-bondong untuk melihat lebih dekat keindahan dan keragaman hayati Hutan Lambusango.

Kontributor : Mukmin Editor : Sumarlin

Leave A Reply

Your email address will not be published.